Pulau Ular Wisata Unik di Bima Nusa Tenggara Barat

shares |

Pulau Ular Wisata Unik di BimaKabupaten Bima Ibu kota Woha adalah salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Dalam sejarah kebudayaan penduduk Indonesia terbagi atas bangsa Melayu Purba dan bangsa Melayu baru.

Penduduk yang mendiami Daerah Kabupaten Bima, mereka yang menyebut dirinya Dou Mbojo, Dou Donggo yang mendiami kawasan pesisir pantai. Disamping penduduk asli, juga terdapat penduduk pendatang yang berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa, Madura, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

pulau ular pulau ular bima pulau ular ntb pulau ular di indonesia pulau ular buton pulau ular bima ntb pulau ular brazil pulau ular di ntb
Img: http://wowwunik.blogspot.co.id/2014/03/8-foto-pesona-pulau-ular-di-kabupaten.html

Berbicara mengenai tempat wisata di kabupaten Bima, ada salah satu objek wisata unik yang bisa dijadikan tujuan wisata yaitu objek wisata Pulau Ular, Tempat wisata ini adalah Salah satu wisata pulau yang berada di tengah perairan bagian timur wilayah kecamatan Wera.

Pulau ini juga bersebelahan dengan dua obyek wisata di kabupaten Bima, yaitu pulau Gilibanta dan Tolowamba. Objek wisata Pulau di Bima ini merupakan tempat wisata dengan daya tarik tersendiri dibandingkan wisata di Bima lainnya, karena pulau ini berupa sebuah tempat/habitat bagi populasi ular laut yang mempunyai keunikan warna putih silver dengan kombinasi hitam mengkilat.

Ular-ular berwarna hitam yang habitatnya di pantai pada sebuah pulau sehingga mendapatkan pacaran sinar matahari yang membuat seolah ular bersinar karena Kulit ular warna putih silver di kombinasi hitam mengkilat memantulkan cahaya .

Tempat wisata Ini merupakan objek wisata yang sangat di menyukai wisatawan karena bisa secara langsung menyaksikan pemandangan langka berupa ribuan ular hidup bebas yang berada di pulau ular ini. Walau hidup liar ular-ular di pulau ini sangat jinak dan ramah terhadap para pengunjung ketika di pegang ular-ular tersebut tidak menggigit atau pun melilit.

Masyarakat sekitar telah memahami arti penting dari keberadaan pulau ular ini sehingga tetap menjaga kelestariannya. Mengunjungi tempat wisata pulau ular kegiatan yang bisa dilakukan bisa menikmati keindahan pemandangan sekitar pulau, ada juga para pengunjung pulau ular melakukan kegiatan bermain dengan ular-ular di pulau ini tanpa rasa takut bahkan ada juga yang mengalungkan ular-ular ini di leher.

Yang tak kalah menarik dari ular tersebut di lihat dari bentuk ekornya sudah pipih menyerupai ekor ikan. Para nelayan sering menemukannya masuk dalam jaring, namun segera dilepaskan karena mitos khusus terhadap ular tersebut.

Jangan pernah berfikir untuk membawa atau memelihara Ular ini, karena ular dipulaui ini tidak bisa dibawa kemana-mana, Menurut warga sekitar jika mengambil ular dipulau ular tidak akan bisa dipercaya ular yang diambil selalu kembali ke habitatnya kembali dan Kalau tidak bisa kembali, dipercaya akan mendatangkan bencana bagi masyarakat Desa Pai.

Terlepas dari mitos yang berkembang yang terpenting adalah tetap menjaga dan melestarikan objek wisata pulau ular ini agar bisa jadi destinasi wisata di Bima yang akan banyak mendatangkan wisatawan, dengan begitu diharapkan agar perekonomian di bima semakin berkembang terutama disektor pariwisata.

Keunikan Pulau Ular

Dilihat dari ciri-ciri fisiknya, ular tersebut memang berbentuk seperti ular laut. ekornya pipih seperti ekor ikan, warnanya putih silver dan hitam mengkilat. Ketika dipegang tidak terasa licin sama sekali sebagaimana layaknya ular-ular di darat. Kulitnya lebih terasa kesat dan bersirip seperti ikan. Walau hidup liar, mereka sangat jinak dan ramah terhadap pengunjung.

Ketika dipegang mereka sama sekali tidak menggigit atau melilit. Bahkan ketika dipegang dalam jumlah yang cukup banyak, ular-ular tersebut tetap jinak jadi anda tidak perlu takut untuk megang ular-ular di pulau tersebut.

 pulau ular di buton pulau ular wera pulau ular cilegon pulau ular unik dan menarik pulau ular baubau pulau ular wera bima pulau ular

Setiap pengunjung datang akan di pandu dan di jaga bahkan masyarakat setempat membantu mengambil ular-ular yang berada di celah-celah batu untuk di tunjukkan kepada para wisatawan. 

Meski begitu para pengunjung tidak boleh sembarangan mengambil ular dan konon katannya ular yang ingin di ajak bermain ini harus di sentuh dulu oleh orang lokal biar tetap jinak dan tidak di gigit. demi keamanan tentu pengunjung harus mengikuti aturan yang sudah ada agar lebih tenang dan menghindari dari hal yang tidak di inginkan.

Sejarah dan Legenda Pulau Ular

Dibalik keindahan dan keunikannya Pula Ular memang menyimpan sejuta mistis dan sejarah,menurut legenda turun temurun,pada zaman dahulu saat orang-orang yang tinggal di Desa Pai tak banyak di diami oleh masyarakat yang banyak seperti saat sekarang,alias masih sedikit berkisar antara sepuluh hingga dua puluh orang saja.

Desa Pai yang kala itu masih penuh dengan Pohon-pohon besar dan Hutan-hutan membangun desa dengannya sistem kekerabatan yang kuat dan kesukuan yang dipimpin oleh kepala adat yang dianggap memiliki peranan penting,terpandang,disegani dan memiliki pengetahuan yang lebih di daulat sebagai pemimpin adat.

Sejarah dan Legenda Pulau Ular  di Bima Nusa Tenggara Barat

Pulau Ular yang ada di Desa Pai memang memiliki berbagai versi, ada yang bilang pulau Ular itu adalah kapal Asing yang terdampar pada saat zaman peperangan zaman dahulu karena bentuk nya yang seperti kapal kalau dilihat pada saat air laut pasang turun dan dua pohon jendemawa yang ada diatas nya sebagai tiang kapal, dan ular - Ular nya adalah para bala Tentara dan Prajurit serta ABK kapal yang terdampar dan karam pada saat peperangan.

Hal ini banyak dipercaya masyarakat didukung oleh penemuan-penemuan bangkai Kapal yang juga terdapat disekitar pulau itu. Sementara bangkai kapal yang ditemukan sama tenggelamnya pada saat yang bersamaan atau setelahnya, tetapi dengan keberadaan nya memperkuat cerita dan sejarah yang berkembang memang dari bangkai kapal perang asing yang tenggelam dan karam.

fakta ini diperkuat dengan seringnya kapal tenggelam di selat Bima dan Pulau Gilibanta Komodo National Park di Perarairan yang ada disekitar gunung Merapi Sangiang yang Memang arus Airnya terkenal Deras dan sesekali memutar dan menarik Kapal-kapal ke Dasar laut, Segi Tiga Bermuda indonesia ada diperairan Jawa, NTB sampai ke selat makasar. fakta ini lah yang memperkuat asumsi masyarakat tentang cerita tentang Pulau Ular tersebut.

Mitos Seputar Pulau Ular

Di balik keunikan dan keindahan pulau ular ini juga menyimpan sebuah mitos yang berkembang di masyarakat setempat. Orang-orang disekitar pulau mengatakan bahwa asal mulanya pulau tersebut berasal dari sebuah kapal belanda dulu yang ingin datang ke Bima kemudian orang-orang sekitar mengutuk kapal itu menjadi sebuah pulau dan ular-ular yang menghuni pulau tersebut adalah ular jadi-jadian yang bertugas untuk melindungi pulau tersebut. Dua pohon kamboja yang berada di atas pulau itu dikatakan sebagai tiang dari kapal belanda.

Ular ini tidak bisa dibawa kemana-mana. Kalau ada yang membawanya keluar dari pulau ular, ular tersebut akan di percaya pasti kembali lagi ke habitatnya lagi. jika tidak bisa kembali, dipercayai akan mendatangkan bencana bagi masyarakat Desa Pai, makanya masyarakat desa sangat menjaga kelestarian satwa itu. Terlepas dari mitos yang berkemabang pulau ular merupakan keindahan alam yang patut kita jaga demi kelestarian dan menjadi destinasi wisata unik menarik untuk anda kunjungi.

Baca Juga: Mengagumi Indahnya Air Biru Sulamadaha, Pantai Cantik di Pulau Ternate

Akses Lokasi Pulau Ular

Bagi anda yang ingin liburan dan berkunjung ke Pulau Ular anda dapat menempuh perjalanan dengan jarak tempuh kurang lebih 45 menit perjalanan dari Kota Bima dengan menggunakan transportasi darat. Setelah tiba di Desa Kalo Kecamatan Wera, selanjutnya untuk menuju Pulau Ular, anda harus menggunakan perahu/sampan yang telah disediakan masyarakat sekitar dengan waktu tempuh 15 menit dari daratan. 

Sebelum menyeberang ke Pulau Ular Wisata Unik di Bima Nusa Tenggara Barat anda juga akan menemukun keunikan lain yang ada di daerah ini. Keunikannya adalah ada banyak mata air dipinggir pantai yang apabila air pantai naik maka mata air ini akan tertutup tapi anehnya air dari mata air tersebut rasanya tetap tawar seperti air yang ada dirumah-rumah pada umumnya.

Penduduk disini menyebutnya dengan Oi Ca’ba, kalau diartikan dalam bahasa Indonesia artinya air yang tawar. Ular-ular di pulau ini menurut penduduk setempat merupakan jenis ular laut. Siapapun tahu bahwa ular laut walaupun terlihat jinak namun termasuk ular yang sangat beracun. 

Related Posts