Tempat Wisata Napak Tilas Sejarah di Aceh

shares |

Tempat wisata sejarah di Aceh, Indonesia terdiri dari negara kepaluan yang berjajar dari sabang sampai merauke dengan berbagai kultur budaya yang ada di dalamnya dengan sejarah yang berbeda pula. Kali ini Traveluxion akan share tentang wisata sejarah di Aceh yang bisa anda kunjungi saat berada di propinsi terletak di pulau sumatera ini. Seperti daerah lain yang ada di Indonesia dengan latar belakang sejarah yang beragam, provinsi Aceh juga menyimpan segudang cerita sejarah yang terbukti banyak peninggalan mengandung cerita masa lalu. 

Bermacam peristiwa yang terjadi menjadi satu fenomena penting bagi masyarakat Aceh untuk diabadikan dalam sebuah bukti fisik. Untuk membuktikan bahwa ada sejarah tersedia di Aceh tidak ada salahnya jika anda sedang berkunjung di provinsi Aceh untuk menyempatkan berkunjung di tempat-tempat sejarah di Aceh yang menawarkan wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi. 

Tempat Wisata Sejarah  Aceh tempat wisata sejarah di aceh objek wisata budaya aceh tempat wisata bersejarah di aceh objek wisata sejarah di aceh tempat wisata budaya di aceh tempat wisata aceh besar tempat wisata aceh barat tempat wisata aceh barat daya tempat wisata bersejarah di banda aceh

Di bawah ini ada beberapa obyek wisata sejarah di Aceh yang bisa anda dikunjungi saat berwisata/jalan-jalan ke Banda Aceh.

Rumah Cut Nyak Dien

Rumah Cut Nyak Dien rumah cut nyak dien di sumedang rumah cut nyak dien di aceh rumah cut nyak dien sumedang alamat rumah cut nyak dien

Jika Anda sedang berkunjung ke Aceh Besar, jangan lupa berkunjung ke situs sejarah rumah Cut Nyak Dien yang merupakan salah satu pahlawan Nasional Indonesia bersala dari Aceh. Rumah Cut Nyak Dien ini berlokasi di Jalan Cut Nyak Dhien, desa Lampisang, kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Di rumah itulah dahulu Cut Nyak Dien berlindung dan menyusun strategi perang saat melawan penjajah.

Meskipun bangunan yang ada saat ini hanyalah replika namun semua itu tidak menguragi nilai sejarah yang pernah ada di tempat tersebut, Dibuat reflika karena bangunan aslinya sudah terbakar pada tahun 1896. Tapi, masih ada beberapa bagiannya yang masih asli seperti sumur tinggi yang bibirnya mencapai lantai dua yang masih bisa anda nikmati.

Benteng Iskandar Muda

Benteng Iskandar Muda sejarah benteng iskandar muda benteng sultan iskandar muda

Benteng Iskandar Muda juga merupakan peninggalan sejarah di Aceh juga bisa menjadi tempat tujuan wisata. Jika Anda ingin mengunjungi benteng iskandar muda, bisa di tempuh menggunakan angkutan umum jalur ke Krueng Raya. Jaraknya sekitar 20 km dari Banda Aceh.

Di dalam Benteng Iskandar Muda ini anda bisa melihat dua buah sumur yang dinaungi bangunan berbentuk kubah yang menarik bagus untuk anda yang suka berselfi dengan backgraound unik.

Benteng Iskandar Muda ini berhadapan langsung dengan Selat Malaka sebagai pertahanan melawan penjajah yang dari arah laut, dengan begitu anda akan di suguhkan pemandangan indah selat malaka yang terbentang luas di hadapan anda.

Benteng Indraparta

Benteng Indraparta benteng indra patra benteng indra patra aceh benteng indra patra aceh besar cerita benteng indra patra

Meskipun Aceh terkenal dan mayoritas penduduknya beragama islam namun dulu juga pernah berkembang kerajaan hindu terbukti dengan adanya Benteng Indraparta Benteng  ini dibangun pada masa Pra-Islam merupakan benteng pertahanan yang dibangun sejak Kerajaan Lamuri yang merupakan kerajaan hindu pertama di Aceh. 

Benteng Indraparta ini merupakan peninggalan kerajaan Hindu yang terletak di pesisir pantai Ujong Batee, tepatnya di desa Ladong Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Karena alasan demi pertahanan dan keamanan kerajaan, maka benteng ini dibangun di tempat yang sangat strategis, yakni di bibir pantai yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka.

Tamansari Gunongan

Tamansari Gunongan taman sari gunongan taman sari gunongan aceh sejarah taman sari gunongan

Gunongan adalah sebbuah peninggalan dari Kerajaan Aceh yang berupa sebuah taman lengkap dengan bangunan keratonnya. Taman ini berdasarkan sejarahnya merupakan bukti cinta Sultan Aceh pada permaisurinya yang sangat cantik. Permaisuri yang tak diketahui namanya ini merupakan putri raja Kerajaan Pahang yang ditawan karena kerajaannya kalah perang. 

Sang Sultan jatuh cinta dan mempersuntingnya, hingga kemudian si permaisuri tersebut meminta dibuatkan sebuah taman yang sama persis dengan istana kerajaannya yang terdahulu untuk mengobati rasa rindunya. Lokasi Gunongan ini terletak tidak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman. Tepatnya berada di Desa Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh. 

Meriam Kerajaan Aceh 

Meriam Kerajaan Aceh

Pada zaman Kesultanan Aceh sudah modern terbukti Kesultanan Aceh telah mampu membuat pelengkapan persenjataannya sendiri. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan meriam-meriam tua yang kini berjajar di benteng Indraparta dan musium Aceh. Awalnya meriam-meriam tersebut dianggap berasal dari pembelian ke Kerajaan Turki, namun setelah diteliti ulang, ternyata meriam tersebut hasil buatan kesultanan Aceh sendiri. 

Teknisi-teknisi kerajaan Aceh-lah yang membuatnya berbekal ilmu yang mereka pelajari dari kerajaan Turki Ustmani. Peranan meriam-meriam ini sangat penting dalam perlawan dan perang terhadap para penjajah dan kapal-kapal perang musuh yang hendak menyandar ke dermaga tanah rencong.
Makam Sultan Iskandar Muda Peninggalan Kerajaan Aceh yang selanjutnya adalah Makam dari Raja Kerajaan Aceh yang paling ternama, Sultan Iskandar Muda. Makam yang terletak di Kelurahan Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh ini sangat kental dengan nuansa Islami. Ukiran dan pahatan kaligrafi pada batu nisannya sangat indah dan menjadi salah satu bukti sejarah masuknya Islam di Indonesia melalui Aceh.

Related Posts