Legenda di Balik Tempat Wisata Bukit batu Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah

shares |

Tempat Wisata Bukit Batu di Kabupaten Katingan. adalah tempat yang sangat tidak asing bagi masyarakat khusus masyarakat Kalimantan Tengah, bukit ini sangat dikenal karena merupakan tempat bertapanya (Balapah) Tjilik Riwut.

Tjilik Riwut adalah salah satu pahlawan nasional dan pendiri propinsi ini. Kawasan wisata yang  unik ini, tidak hanya bisa menjadi tempat untuk menghabiskan liburan, sedangkan bagi para pengendara yang melintasi tempat ini dapat juga me-refresh dan membuang rasa penat. 

asal usul bukit batu palangkaraya kode pos bukit batu palangkaraya profil kecamatan bukit batu palangkaraya kecamatan bukit batu kota palangkaraya

Bukit Batu merupakan kawasan tempat wisata dikabuoaten Katingan berupa bukit kecil yang banyak dijumpai batu-batu besar dengan beragam bentuk sehingga membuat suatu pemandangan yang unik bisa anda nikmati saat berkunjung ke tempat tersebut.

Selain batu tempat pertapaan Tjilik Riwut, masih ada beberapa batu lain yang juga di percayai oleh masyarakat sekitar memiliki unsur magis yang sering menjadi tempat berdoa (meminta hajat) bagi masyarkat sekitar sesuai dengan keinginan. 

Legenda Bukit Batu Katingan Kalimantan Tengah

Selain anda menikmati tempat wisata bukit batu ini tidak ada salahnya jika mengetahui juga sejarah/asal usul maupun legenda yang ada di bukit ini. Legenda tentang Bukit Batu yang berkembang di masyarakat kalimantan tengah.

Diawali dengan kisah seorang penduduk desa Tumbang Liting yang "sakti" bernama Burut Ules yang pergi menuju ke suatu tempat untuk membuka lahan (ladang) Seorang diri, dengan kemauan dan bekerja keras, membabat hutan, membangun pondok untuk tempat beristirahat.

wisata bukit batu palangkaraya bukit batu di palangkaraya misteri bukit batu palangkaraya bukit batu banama palangkaraya legenda bukit batu palangkaraya

Suatu ketika di siang yang panas dengan teriknya sinar matahari namun disertai turunnya rintik-rintik hujan gerimis, Burut Ules sedang beristirahat melepas lelah, tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan tujuh bidadari cantik yang turun dari langit langsung menuju telaga yang berada tak jauh dari tempatnya beristirahat waktu itu.

Dengan rasa penasaran Burut Ules mendekati telaga, mengendap-endap untuk mencari tahu apa yang terjadi di telaga tersebut. 

Rupanya para bidadari itu sedang mandi sambil bercanda tawa dengan ceria. Burut Ules terpana, matanya langsung tertuju pada salah seorang yang nampak paling muda di antara para bidadari itu, gerak geriknya membuat Burut Ules terpesona dan saat itu juga Burut Ules langsung jatuh cinta.

Setelah puas mandi dan berenang, mereka kembali berpakaian dan melompat ke angkasa menuju langit. Sejak saat itu Burut Ules menjadi resah dan gelisah, ia sangat menyesal mengapa pada saat itu tidak langsung memeluk si pencuri hatinya yang sedang mengenakan pakaiannya seusai mandi, padahal jarak antara mereka tidak jauh.

bukit batu palangkaraya kecamatan bukit batu palangkaraya sejarah bukit batu palangkaraya

Suatu hari, ketika matahari sedang bersinar terik dan hujan turun rintik-rintik, menyadari cuaca agak ganjil tersebut merupakan pertanda turunnya para bidadari untuk mandi, maka bergegaslah Burut Ules ke semak-semak menunggu dan mengamati telaga tempat idaman hatinya mandi.

Usaha dan penantiannya tidak sia-sia, tidak lama kemudian di langit terlihat rombongan bidadari yang terbang menukik menuju telaga. Ketujuh bidadari itu kemudian dengan ceria terjun ke telaga, mandi sambil berenang, penuh tawa ria.

Namun ketika mereka naik untuk berpakaian, saat itulah Burut Ules mendadak muncul di antara mereka dan serta-merta memeluk bidadari yang paling muda, pujaan hatinya tersebut.

Kepanikan pun terjadi, para bidadari yang lain dengan tergesa-gesa memakai pakaiannya masing-masing kemudian langsung terbang menuju langit dengan meninggalkan si adik bungsu yang ketakutan dalam pelukan erat Burut Ules.


Burut Ules akhirnya menikah dengan bidadari pujaan hatinya. Singkat cerita, isteri Burut Ules hamil dan lahirlah seorang anak laki-laki (yang namanya tidak bisa disebutkan pada tulisan ini karena memerlukan izin khusus dan ritual tertentu). Burut Ules hidup bahagia bersama anak dan isterinya.

Beberapa waktu kemudian, datanglah seorang pemuda mengunjungi kediaman Burut Ules. Isteri Burut Ules mengenalkan kepada suaminya bahwa pemuda tersebut adalah salah seorang saudaranya yang datang untuk mengunjungi mereka. Burut Ules menerima kehadiran pemuda tersebut dengan baik, bahkan pemuda itu diizinkan turut menginap di rumahnya.

Namun, lama kelamaan Burut Ules merasa curiga karena setiap mandi di telaga, mereka selalu pergi berdua. Anak mereka yang masih bayi ditinggal begitu saja di gubuk. Rasa cemburu mulai muncul, namun apabila Burut Ules menanyakan hal tersebut, isterinya selalu memberikan jawaban yang sama, bahwa pemuda tersebut memang benar saudaranya.

Akhirnya Burut Ules sudah tidak tahan lagi melihat kelakuan istrinya yang sering mandi bersama lelaki yang diakuinya sebagai saudara, dan Burut Ules pun membunuh laki-laki tersebut. Burut Ules menikam pemuda hitam tinggi besar tersebut dengan tombak hingga tewas namun seketika jasadnya lenyap secara gaib.

Ketika Burut Ules pulang ke rumah, dijumpainya isterinya berdiri di hejan (tangga rumah) sambil menggendong anak lelaki mereka satu-satunya. Ketika melihat Burut Ules datang, dengan nada penuh duka isterinya mengatakan bahwa ia sangat sedih dan kecewa karena suaminya tidak lagi mempercayainya bahkan tega membunuh saudaranya. Oleh karena itu ia bertekad untuk pulang ketempat asalnya dengan membawa serta putra mereka.

Sebelum pergi, masih sempat isterinya berpesan bahwa kelak di kemudian hari apabila keturunan Burut Ules membutuhkan bantuannya, maka anak semata wayang mereka akan selalu siap membantu. Dikatakan pula bahwa kelak apabila anak mereka telah dewasa, ia tidak dapat hidup dan berdiam di alam dimana ibunya berada karena ayah dan ibunya berasal dari alam yang berbeda.

Oleh karena itu apabila anak mereka telah dewasa, ia akan kembali ke alam ayahnya. Setelah berkata demikian anak dan ibu lenyap dari pandangan mata Burut Ules meninggalkan penyesalan dan kesedihan yang mendalam di hati Burut Ules.

Sesal kemudian tak berguna. Burut Ules mencoba bangkit dari kesedihannya. Menyibukan diri melupakan kesedihannya dengan bekerja mengurus ladang, menangkap ikan, dan aktifitas lain. Waktu berlalu, sedikit demi sedikit Burut Ules mampu bangkit kembali dari kesedihan akibat ditinggal pergi oleh isteri dan anaknya.

Kemudian kawinlah ia dengan anak Kutat. Dari perkawinan ini lahirlah dua orang anak, seorang laki-laki dan seorang perempuan. Suatu hari di Teluk Derep, Tumbang Kasongan, terdengar suara gemuruh halilintar memekakkan telinga. Petir kilat sambar menyambar.

Saat itu sebuah batu besar diturunkan dari langit, diyakini bahwa anak Burut Ules yang telah gaib bersama isteri pertamanya, saat itu telah dewasa. Sesuai janji, apabila telah dewasa ia akan kembali ke alam tempat bapaknya bertempat tinggal, maka janji itu telah ditepati. Batu yang diturunkan dari langit yang kemudian terkenal dengan nama Bukit Batu diyakini sebagai tempat kediamannya.

walau tak terlihat dengan mata jasmani, namun ia ada di sana sebagai Raja dan penguasa daerah tersebut. Oleh masyarakat setempat, hingga kini Burut Ules diyakini tidak meninggal melainkan berpindah ke alam gaib.
Fasilitas di Wisata Gunung Batu

Itu tadi sekelumit cerita legenda yang ada di bukit batu, namu Secara umum, tempat wisata tersebut cukup nyaman. Tersedia Fasilitas seperti Toilet umum kondisinya masih cukup baik. Di beberapa sudut tempat-tempat sampah sudah di tempatkan sehingga tidak perlu repot jika ingin membuang sampah.

Ketersediaan tempat parkir yang luas dan cukup teratur juga menjadi nilai plus bagi tempat wisata ini. Untuk memasuki Kawasan Wisata Bukit Batu, setiap pengjung akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp. 2000,- rupiah per orang (dewasa) sedangkan untuk parkir sepeda motor dikenakan biaya Rp 1000,- per buah.

Untuk anda yang haus, di sekitar pintu masuk taman wisata juga telah terdapat beberapa mini kios penjual beraneka jajanan dan minuman dingin, dan buah kelapa muda yang menyegarkan.

Lokasi Wisata Bukit Batu

Untuk menuju tempat ini dari ibu kota Kalimantan Tengah berjarak sekitar 65 km atau kurang lebih satu jam perjalanan dengan roda dua maupun roda empat, akses jalan untuk menuju bukit batu sudah sangat bagus dan mulus sehingga memudahkan setiap pengunjung.

Setelah perjalanan panjang maka akan ditemuilah sebuah gerbang yang bertulisan Kota Kasongan, dan disini lah objek wisata bukit batu ini terletak di sebelah kanan kalau dari arah Palangkaraya. 

Halamannya yang luas membuat tempat ini selalu ramai dijadikan tempat istirahat dari berbagai kota seperti Kasongan dan Sampit menuju Kota Palangkaraya. Memasuki pintu gerbang halaman yang berumput dan ada juga beberapa pedagang yang berjualan makanan dan minuman sehingga walau kehausan setelah di perjalanan ada banyak pilihan untuk menghilangkan dahaga itu.

Demikian ulasan sekitar Legenda di Balik Tempat Wisata Bukit batu Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah. Semoga tempat wisata kalimantan khususnya Kalimantan tengah bisa terjaga dengan baik sehingga bisa menarik lebih banyak minat pengunjung untuk datang ke Provinsi dengan ibu kota Palangkaraya ini. 

Related Posts