6 Wisata di Situs Sejarah Kabupaten Bantul Yogyakarta Yang Menarik Untuk di Explore

shares |

Wisata di Situs Sejarah Kabupaten Bantul Yogyakarta- Selain memiliki banyak sekali destinasi wisata alam dan budaya Kabupaten Bantul Juga Banyak terdapat berbagai tempat wisata sejarah yang bisa jadi tujuan wisata saat anda berwisata di Jogja Khususnya di kabupaten Bantul.

Jika anda yang memang tinggal di Bantul Jogja tentu sebagian besar sudah tahu dimana saja wisata sejarah di Kabupaten bantul, Namun lain Halnya jika anda berada di luar bantul atau di Luar Kota DIY, mungkin masih banyak yang belum tahu dimana saja tempat wisata Sejarah di Bantul yang bisa anda kunjungi untuk menghabiskan waktu liburan dan sekalian napak tilas sejarah Bantul.

Situs Sejarah Bantul   situs sejarah bantul situs sejarah di bantul

Jadi untuk bisa mengetahui dimana saja wisata sejarah di bantul yang bisa anda kunjungi, berikut bisa anda baca ulasannya dibawah ini, supaya bisa jadi referensi untuk anda yang hobi traveling mengunjungi situs-situs sejarah, selain bisa mengisi waktu liburan mengunjungi wisata sejarah bisa menambah ilmu pengetahuan tentang mengenai sejarah suatu daerah agar anda semakin cinta tanah  Air Indonesia.

Daftar Wisata di Situs Sejarah Kabupaten Bantul Yogyakarta

1. Situs Payak di Piyungan

Situs Payak di Piyungan

Situs Payak merupakan situs arkeologi diduga dibangun pada kurun waktu abad ke-9 yang terletak di Pedukuhan Payak, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Situs Payak banyak jadikan tempat tujuan wisata sejarah jika sedang berada di Bantul dan di Situs ini juga oleh para ahli arkeologi dikatakan sebagai pertitaan atau bangunan pemandian atau penempatan air suci pada masa lalu , tempat ini tidak disebut candi melainkan disebut sebagai situs.

Penemuan situs ini terjadi pada tahun 1970-an oleh para pembuat batu bata. Pada situs ini terdapat bangunan pertitaan yang berbentuk huruf 'U' menghadap ke arah Barat Daya berukuran 3 x 1 meter, bangunan ini memiliki cerukan di bagian dasarnya dengan dua lubang air tempat keluar masuknya air yang menarik untuk diabadikan.

Pada bangunan ini pula terdapat relung yang digunakan sebagai tempat patung Siwa. Diperkirakan situs ini merupakan tempat pengambilan air suci pada upacara keagamaan Hindu pada zaman dulu. 

2. Situs Kerto di Pleret 

Situs Kerto di Pleret

Situs Kerto Pleret merupakan situs sejarah yang menjadi saksi bisu jejak keberadaan Kerajaan Mataram yang pernah memiliki keraton tepatnya berada di Dusun Kerto, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Bantul, Yogyakarta, Indonesia.

Tempat Wisata sejarah di Bantul ini juga menarik dikujungi sebagai tujuan wisata untuk menambah ilmu pengetahuan tentang perkembangan sejarah di daerah ini. Peninggalan Keraton Mataram jaman Sultan Agung di Situs Kerto itu kini hanya menyisakan sejumlah umpak batu andesit berukuran besar yang biasa digunakan sebagai landasan pilar utama atau soko guru bangunan keraton.

Umpak ini berada di tempat terbuka, dan hanya beberapa meter dari bibir tebing. Sultan Agung adalah Raja Mataram yang memperluas pengaruh sampai Jawa Timur, dan memindahkan pusat kekuasaan dari Kotagede ke Kerto.

Di bawah Sultan Agung, Mataram mencapai jaman keemasannya. Ia mengirimkan tentaranya untuk mengusir VOC dari Batavia, dan mendapat dukungan Cirebon dan Banten, namun usahanya gagal. Tengara Cagar Budaya Situs Kerto Pleret Bantul yang berada persis di tepi jalan.

Tengara sudah terlihat mulai menua dan sedikit tersembunyi. Sayangnya juga tidak terlihat ada tengara atau poster lain di sekitar Situs Kerto yang memberi penjelasan kepada pengunjung tentang latar belakang sejarah situs ini. 

3. Situs Watu Gilang Kotagede

Situs Watu Gilang Kotagede

Tujuan wisata sejarah berikutnya adalah Situs Watu Gilang yang lokasinya berada di tengah-tengah jalan, di dalam sebuah bangunan bertembok beratap genteng yang terlihat sederhana, dikelilingi beberapa pohon beringin tua yang sangat rimbun.

Di samping tembok kompleks Makam Raja-Raja Mataram tepatnya berada di Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan Bantul, Yogyakarta Indonesia. Pintu masuk ke Situs Watu Gilang Kotagede tertutup hanya dibuka jika ada pengunjung datang untuk mengunjungi situs ini. 

Tempat ini dijaga seorang kuncen (juru Kunci). Bangunan Cungkup Watu Gilang yang berukuran sekitar 3 x 4 m. Di dalam Cungkup Watu Gilang yang sebelumnya tidak bertembok ini juga disimpan peninggalan lain berupa Watu Gatheng dan Watu Genthong. 

Ada kisah menarik yang berada dibalik keberadaan Situs Watu Gilang yang bisa anda dapatkan saat mengunjungi situs sejarah ini. Ditambah lagi dengan suasana lingkungan yang sangat mendukung dengan adanya pohon-pohon beringin tua, 

Maka situs ini memiliki potensi magnet yang besar untuk menarik perhatian orang yang melintasi situs tersebu, Apalagi letaknya sangat dekat dengan kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede.
4. Situs Watu Wedhok di Imogiri

 Situs Watu Wedhok di Imogiri

Situs ini merupakan sumber mata air yang terletak di atas bukit batu tepatnya Situs ini berada di Karangtengah, Imogiri, Bantul tepatnya di Dusun Mojolegi dan Karangrejek. Lokasinya berada dalam komplek makam Kyai Sekarsari dan Nyai Ambarsari, Kyai Loso, Petilasan Pangeran Bendo, dan Mushala Gaib Cempluk Nangka.

Tempatnya cukup sulit dijangkau karena berada di tengah hutan di sebuah bukit sangat cocok bagi yang suka menjelajah alam, karena Situs sejarah berupa permukaan bukit batu dengan rekahan yang memanjang. Hanya saja di beberapa titik pada rekahan tersebut memiliki kedalaman yang lebih dibanding yang laian dan disinilah yang mengeluarkan air.

Panjang rekahan sekitar 8m. Menurut sumber setempat, situs Watu Wedok terjadi berkaitan dengan pencarian lahan yang direncanakan untuk komplek Raja-raja Mataram yang dilakukan oleh Sultan Agung. Saat sampai di lokasi ini Sultan Agung dan abdi dalem yaitu Kyai Ambasekar, Nyai Ambersari, dan Kyai Loso merasa kehausan.

Sultan Agung lantas menancapkan tongkatnya diatas permukaan bukit batu. Ia melakukan itu beberapa kali dan dengan menyeretnya . Secara ajaib bekas tusukan tongkat mengeluarkan air hingga saat ini. Sumber air ini dinamai Watu Wedok karena wujud fisiknya menyerupai kelamin wanita.

5. Situs Batu Songkamal di Piyungan

Situs Batu Songkamal di Piyungan

Song Kamal merupakan situs sejarah yang berada dalam sebuah ceruk tebing dengan kedalaman sekitar 2-3 meter. terletak di Dusun Sumur Bandung, Kalurahan Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Propinsi DIY.

Situs ini dapat dijangkau melalui Jalan Raya Wonosari. Perlu diketahui bahwa jalur jalan menuju lokasi situs ini cukup terjal karena memang mendaki bukit. Kecuali itu jalur jalan menuju lokasi ini masih diaspal dan apabila hujan rawan longsor serta licin.

Ceruk ini memanjang dengan ukuran panjangnya sekitar 20 meter. Pada ceruk ini terdapat sebuah bilik yang terbuat dari susunan potongan-potongan batu putih yang dibuat seperti batu bata. Ukuran rata-rata batu putih yang digunakan untuk menyusun dinding bilik itu adalah 45 Cm x 30 Cm x 6 Cm.

Sedangkan ukuran bilik Song Kamal adalah panjang 310 Cm. Sedangkan lebarnya 250 Cm. Tinggi bilik Song Kamal adalah 110 Cm. Lantai dari bilik Song Kamal ini dilapisi dengan jerami. Dulunya bilik di Song Kamal ini ada dua buah, namun kini hanya tinggal satu.

6. Situs candi Gampingan

Situs candi Gampingan

Situs candi gampingan merupakan andi Budha yang menempatkan Dewa Jambhala sebagai dewa utama yang dipuja. Sedang Arca Candralakeswara yang ditemukan menunjukkan aliran tantrisme dan Budha Mahayana.

Situs sejarah ini Terletak di Dusun Gampingan, Sitimulyo, Piyungan, Bantul Yogyakarta dan ditemukan pada Tahun 1995. Di Candi Gampingan anda akan melihat struktur bangunan berupa candi dari bahan batu putih. Berdasar gaya bangunan dan arca yang terdapat di candi, Candi Gampingan menunjukkan ciri abad 19 M.

Candi ini terletak pada ketinggian 56m dpl dengan kedalaman 120 cm dibawah permukaan tanah. Sebetulnya masih banyak sekali tempat wisata sejarah dibantul yang bisa anda kunjungi, Namun untuk kali ini cukup ini dulu ulasan situs sejarah di Kabupaten Bantul Yogyakarta Indonesia, yang bisa anda jadikan dan menambah daftar tempat wisata sejarah di kabupaten Bantul.

Meskipun dari sebagian situs yang ada di bantul jogja anda yang tidak terawat namun diharapkan kedepannya instansi terkait lebih memperhatikan dan melestarikan situs-situs tersebut.

Related Posts