Showing posts with label Kal-Teng. Show all posts
Showing posts with label Kal-Teng. Show all posts

11 Oleh-Oleh Khas Banjarmasin Paling Laris dan Murah Meriah

Oleh Oleh Khas Banjarmasin-Saat berkunjung ke Ibukota Kalimantan Selatan yakni Banjarmasin, jangan hanya berkeliling ke berbagi tempat wisata yang menawarkan sejuta keindahannya saja. Namun kamu juga jangan sampai terlewatkan untuk mencicipi berbagai kuliner unik dan nikmat khas daerah tersebut.

Sebagai kenang-kenangan, kamu bisa membawa buah tangan berupa oleh-oleh makanan khas dari Banjarmasin ini untuk dibawa pulang. Masih bingung apa saja kuliner khas dari Banjarmasin yang cocok untuk dibawa pulang?, silahkan kamu simak referensi terbaik yang kami berikan berikut ini.

Daftar Hotel di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah

Daftar Hotel di Kota Palangka Raya- Kota Palangka Raya adalah sebuah kota sekaligus merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Kota ini memiliki luas wilayah 2.400 km². Kota ini dibangun pada tahun 1957 (UU Darurat No. 10/1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah) dari hutan belantara yang dibuka melalui Desa Pahandut di tepi Sungai Kahayan. 

Sebagian wilayahnya masih berupa hutan, termasuk hutan lindung, konservasi alam serta Hutan Lindung Tangkiling. Baca Juga: Legenda Bukit Tangkiling Palangkaraya Kalimantan Tengah.

Legenda Bukit Tangkiling Palangkaraya Kalimantan Tengah

Tempat Wisata di Palangkaraya- Bukit Tangkiling berjarak kurang lebih 34 Km dari kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Bukit Tangkiling menpunyai ketinggian kurang lebih 500 M, dipercaya oleh masyarakat palangkaraya banyak menyimpan cerita legenda dan kekuatan magis.

Bukit yang berdiri kokoh dan menjulang ke langit di perbatasan Kelurahan Banturung, Tangkiling Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya. Untuk menuju puncak Bukit tangkiling memerlukan waktu kurang lebih sekitar 40 menit.

Legenda Bukit Tangkiling  Palangkaraya Kalimantan Tengah

Tempat wisata di palangkaraya ini biasanya ramai di kunjungi pada hari-hari libur karena banyak orang yang berekreasi ke tempat ini, di Bukit Tangkiling terdapat sebuah batu yang berbentuk seperti perahu.

Konon ceritanya pada dahulu kala batu ini adalah sebuah perahu yang berubah menjadi batu (basaluh) oleh yang Maha kuasa karena terjadinya sebuah pali (pantangan) ceritanya hampir mirip dengan cerita sejarah tangkuban perahu yaitu sangkuriang Sangkuriang dan Watu Gunung.

Konon, dahulu, daerah sekitarnya berupa sungaiyang luas. di percaya Bukit dan daratan yang terjadi disekitarnya terbentuk karena kutukan.

Legenda Bukit Tangkiling Palangkaraya Kalimantan Tengah

Menurut cerita yang berkembang Pulau Kalimantan merupakan bagian dari lautan yang  daratannya hanya sedikit yaitu daerah tengah dan daerah timur pulau borneo yang sekarang sekarang. Saat itu terdapat kampung di daratan yang terletak di tepi Sungai Sebangau, hiduplah seorang seorang janda yang ditinggal mati suaminya dengan anak laki-lakinya yang berusia 6 tahun.

Janda ini dikenal dengan nama Bawi Kuwu yang artinya wanita cantik dan awet muda. Pada suatu hari, ketika si anak sedang bermain bersama temannya, dia merasa lapar dan kemudian pulang ke rumah untuk makan.

 Legenda Bukit Tangkiling Palangkaraya Kalimantan Tengah

Sesampainya di rumah, didapatinya ibunya sedang memasak nasi goreng yang digoreng tanpa minyak. Karena Mencium aroma masakan yang sedap dari rumahnya, si anak tidak sabar ingin segera makan. Dia menangis dan merengek-rengek meminta kepada ibunya, Bawi Kuwu mencoba untuk tidak menghiraukan rengekan anaknya, tapi lama kelamaan habis juga kesabarannya.

Dengan marah dia mengayunkan solet (alat buat menggoreng) yang secara tidak sengaja menghantam kepala anaknya, sehingga mengalir darah segar. Si anak merasa kaget dan kesakitan, dia berlari keluar dari rumah, dia merasa ibunya sudah tidak menyayangi dirinya lagi.

Melihat anaknya yang lari keluar rumah, Bawi Kuwu segera mengejarnya tapi dia kalah cepat. Bawi Kuwu mencari anaknya ke sana kemari, tapi tidak berhasil menemukan anaknya juga. Dia menyesali dirinya karena telah memukul kepala anaknya yang menyebabkannya kehilangan anaknya satu-satunya itu.memang hampir mirip dengan sejarah tangkuban perahu.

jadi jika anda sudah pernah mendengar cerita tangkuban perahu cerita lengenda bukit tangkiling kayak tidak asing lagi. Lanjut cerita legenda bukit tangkiling, si anak bersembunyi di atas kapal yang sedang singgah di dermaga.

Kapal itu berasal dari Cina, yang membawa muatan dagangan keramik untuk dijual di kampung tersebut. Si anak tidak tahu bahwa kapal itu sudah selesai bongkar muat di dermaga dan Sudah terlambatlah baginya untuk kembali ke kampungnya saat kapal itu melepas jauh dan berlayar kembali ke negeri Cina.

Saat Kapten Kapal berkeliling memeriksa kapalnya, dia menemukan si anak yang bersembunyi di balik suatu peti.

Legenda Bukit Tangkiling  Palangkaraya Kalimantan Tengah

Kapten itu bertanya, "Hai anak kecil, dari mana kamu berasal, dan mengapa kau ada di kapalku?"
Anak itu menjawab dengan gemetar ketakutan, "Saya melarikan diri dari rumah tuan..."
Kapten itu memandangnya dengan penuh selidik, "Mengapa kepalamu berdarah?"
Anak itu menjawab, "Karena dipukul oleh ibu saya, karena itu saya melarikan diri dari rumah, saya merasa bahwa ibu saya tidak menginginkan saya lagi."
Kapten itu kemudian berkata, "Baiklah, karena kau tidak mungkin kembali ke kampungmu, maka ku ijinkan kau untuk ikut kapalku. Tapi, kau harus bekerja seperti anak buahku yang lain."

Kemudian oleh Kapten kapal, anak itu dibawa menghadap Saudagar pemilik kapal itu. Saudagar menyuruh supaya luka di kepala anak itu dirawat sampai sembuh. Dan oleh Saudagar kapal, anak itu diberi nama Kilin.

Kilin tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan kuat. Selain pandai, dia juga rajin bekerja. Saudagar semakin sayang padanya, karena dia tidak  mempunyai seorang anakpun, Kilin diperlakukan seperti anaknya sendiri.

Kilin dididik dengan berbagai ilmu. Setelah dewasa, Kilin pun dipercaya untuk berlayar ke negara-negara tetangga untuk menjual dagangan mereka. Bersama Kapten kapal yang menemukannya dulu, mereka berlayar dari negeri ke negeri, dari pulau ke pulau dan dari laut ke laut serta mengarungi samudera hingga sampailah mereka ke tempat kampung si Kilin tadi berasal, di tepi sungai Sebangau.

Saat mereka singgah ke kampung ini terlihatlah oleh Kilin seorang wanita cantik yang membawa barang-barang hasil bumi untuk ditukarkan pada dagangan yang dibawa kapal miliknya. Saat itu lah Kilin jatuh cinta pada wanita itu. Segera Kilin menghampiri wanita itu dan bertanya,

"Hai gadis cantik, siapakah namamu?"
Wanita itu menjawab dengan malu-malu, "Bawi Kuwu, tuan."
Kilin yang terpesona dengan kecantikan wanita itu bertanya, "Maukah kau menjadi istriku?"

Awalnya Bawi Kuwu enggan menerima lamaran Kilin yang masih muda itu, karena dia seorang janda.
Tapi Kilin yang sedang dimabuk cinta, tidak peduli akan hal itu. Dia tetap berkehendak untuk mengawini wanita cantik itu.

Setelah menikah ia membawa Bawi Kuwu ke kapalnya, pada saat itu kapal besar disebut dengan nama Banama oleh masyarakat Dayak dan pemiliknya disebut Bandar. Sebelum berangkat tidur, Kilin merebahkan kepalanya di pangkuan Bawi Kuwu. Bawi Kuwu mengelus-elus kepala suaminya dengan lembut...  Saat itulah dia menemukan bekas luka di balik rambut suaminya.

Bawi Kuwu bertanya, "Suamiku, mengapa ada bekas luka di kepalamu?"
Kilin menjawab, "Oh, luka itu aku dapat karena dipukul oleh ibuku dengan solet... karena itu pula aku melarikan diri dari rumah, karena aku merasa ibuku sudah tidak mencintaiku lagi! Untunglah aku bertemu dengan Saudagar Cina yang baik hati, yang mendidikku sampai aku dewasa..."
Betapa terkejutnya Bawi Kuwu mendengar cerita suaminya itu... dengan wajah pucat dia berkata, "Akulah ibumu yang memukulmu itu!"
Kilin bangkit dengan marah, "Bohong! Mana mungkin ibuku masih muda dan cantik seperti kamu? Ibuku pasti sudah tua dan keriput!"
Bawi Kuwu menjawab, "Kecantikanku ini adalah anugerah dari Ranying Hatalla."
Kilin menertawakan dan berkata, "Bila yang kau katakan itu benar, biarlah Ranying Hatalla yang membuktikannya!"

Esoknya Kilin menggelar upacara dengan mendirikan Sangkaraya. Banyak orang penduduk kampung itu yang diundang dalam upacara tersebut. Mereka beramai-ramai menikmati hidangan makanan yang disediakan di sana.

Di tengah upacara itu berlangsung, tiba- tiba datanglah angin ribut yang hebat dan awan tebal sekali. Petir sambar menyambar, bunyi guntur bergemuruh, langit gelap gulita. terjadilah hujan badai yang sangat hebat. Kilin segera berlari ke kapalnya yang berlabuh di sungai Sebangau.

Di tengah badai itu, kapal (banama) yang dimiliki Kilin berubah menjadi batu besar yang bentuknya mirip seperti kapal, yang kemudian dikenal dengan nama Batu Banama.

Sangkaraya yang didirikan di tengah kampung berubah menjadi Bukit Tangkiling yang paling tinggi puncaknya, di sana terdapat Batu Kapit Dosa dengan Bawi Kuwu yang terjebak hidup-hidup di dalam batu tersebut.

Selanjutnya ada semacam upacara penghormatan atau ritual yang dilakukan dekat batu itu, fungsinya meminta pengampunan atas dosa yang telah dilakukan. Sesaji turut dihadirkan, terhampar bermacam kue tradisional dan membakar kemenyan. Semua yang hadir dalam upacara itu membaca doa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Menurut kepercayaan setempat, bila seseorang berbuat dosa, maka tidak akan bisa melewati sela kedua batu itu. Sekarang ini Bukit Tangkiling ini berada di tepi Sungai Rungan dan di kaki bukit Tangkiling ada sebuah desa yang bernama Desa Tangkiling. Bukit Tangkiling kini telah menjadi objek wisata  di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Legenda di Balik Tempat Wisata Bukit batu Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah

Konon peristiwa ini terjadi pada masa dinasti Tang, maka lokasi peristiwa ini dinamai Tangkilin, penggabungan dari kata Tang dan Kilin, yang penyebutannya berubah menjadi Tangkiling. Terlepas dari cerita legenda bukit tangkiling pemandangan indah dengan panorama alam menyajikan suatu obyek wisata yang asyik untuk di nikmati untuk menghabiskan hari liburan diakhir pekan. 

Legenda di Balik Tempat Wisata Bukit batu Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah

Tempat Wisata Bukit Batu di Kabupaten Katingan. adalah tempat yang sangat tidak asing bagi masyarakat khusus masyarakat Kalimantan Tengah, bukit ini sangat dikenal karena merupakan tempat bertapanya (Balapah) Tjilik Riwut.

Tjilik Riwut adalah salah satu pahlawan nasional dan pendiri propinsi ini. Kawasan wisata yang  unik ini, tidak hanya bisa menjadi tempat untuk menghabiskan liburan, sedangkan bagi para pengendara yang melintasi tempat ini dapat juga me-refresh dan membuang rasa penat. 

asal usul bukit batu palangkaraya kode pos bukit batu palangkaraya profil kecamatan bukit batu palangkaraya kecamatan bukit batu kota palangkaraya

Bukit Batu merupakan kawasan tempat wisata dikabuoaten Katingan berupa bukit kecil yang banyak dijumpai batu-batu besar dengan beragam bentuk sehingga membuat suatu pemandangan yang unik bisa anda nikmati saat berkunjung ke tempat tersebut.

Selain batu tempat pertapaan Tjilik Riwut, masih ada beberapa batu lain yang juga di percayai oleh masyarakat sekitar memiliki unsur magis yang sering menjadi tempat berdoa (meminta hajat) bagi masyarkat sekitar sesuai dengan keinginan. 

Legenda Bukit Batu Katingan Kalimantan Tengah

Selain anda menikmati tempat wisata bukit batu ini tidak ada salahnya jika mengetahui juga sejarah/asal usul maupun legenda yang ada di bukit ini. Legenda tentang Bukit Batu yang berkembang di masyarakat kalimantan tengah.

Diawali dengan kisah seorang penduduk desa Tumbang Liting yang "sakti" bernama Burut Ules yang pergi menuju ke suatu tempat untuk membuka lahan (ladang) Seorang diri, dengan kemauan dan bekerja keras, membabat hutan, membangun pondok untuk tempat beristirahat.

wisata bukit batu palangkaraya bukit batu di palangkaraya misteri bukit batu palangkaraya bukit batu banama palangkaraya legenda bukit batu palangkaraya

Suatu ketika di siang yang panas dengan teriknya sinar matahari namun disertai turunnya rintik-rintik hujan gerimis, Burut Ules sedang beristirahat melepas lelah, tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan tujuh bidadari cantik yang turun dari langit langsung menuju telaga yang berada tak jauh dari tempatnya beristirahat waktu itu.

Dengan rasa penasaran Burut Ules mendekati telaga, mengendap-endap untuk mencari tahu apa yang terjadi di telaga tersebut. 

Rupanya para bidadari itu sedang mandi sambil bercanda tawa dengan ceria. Burut Ules terpana, matanya langsung tertuju pada salah seorang yang nampak paling muda di antara para bidadari itu, gerak geriknya membuat Burut Ules terpesona dan saat itu juga Burut Ules langsung jatuh cinta.

Setelah puas mandi dan berenang, mereka kembali berpakaian dan melompat ke angkasa menuju langit. Sejak saat itu Burut Ules menjadi resah dan gelisah, ia sangat menyesal mengapa pada saat itu tidak langsung memeluk si pencuri hatinya yang sedang mengenakan pakaiannya seusai mandi, padahal jarak antara mereka tidak jauh.

bukit batu palangkaraya kecamatan bukit batu palangkaraya sejarah bukit batu palangkaraya

Suatu hari, ketika matahari sedang bersinar terik dan hujan turun rintik-rintik, menyadari cuaca agak ganjil tersebut merupakan pertanda turunnya para bidadari untuk mandi, maka bergegaslah Burut Ules ke semak-semak menunggu dan mengamati telaga tempat idaman hatinya mandi.

Usaha dan penantiannya tidak sia-sia, tidak lama kemudian di langit terlihat rombongan bidadari yang terbang menukik menuju telaga. Ketujuh bidadari itu kemudian dengan ceria terjun ke telaga, mandi sambil berenang, penuh tawa ria.

Namun ketika mereka naik untuk berpakaian, saat itulah Burut Ules mendadak muncul di antara mereka dan serta-merta memeluk bidadari yang paling muda, pujaan hatinya tersebut.

Kepanikan pun terjadi, para bidadari yang lain dengan tergesa-gesa memakai pakaiannya masing-masing kemudian langsung terbang menuju langit dengan meninggalkan si adik bungsu yang ketakutan dalam pelukan erat Burut Ules.


Burut Ules akhirnya menikah dengan bidadari pujaan hatinya. Singkat cerita, isteri Burut Ules hamil dan lahirlah seorang anak laki-laki (yang namanya tidak bisa disebutkan pada tulisan ini karena memerlukan izin khusus dan ritual tertentu). Burut Ules hidup bahagia bersama anak dan isterinya.

Beberapa waktu kemudian, datanglah seorang pemuda mengunjungi kediaman Burut Ules. Isteri Burut Ules mengenalkan kepada suaminya bahwa pemuda tersebut adalah salah seorang saudaranya yang datang untuk mengunjungi mereka. Burut Ules menerima kehadiran pemuda tersebut dengan baik, bahkan pemuda itu diizinkan turut menginap di rumahnya.

Namun, lama kelamaan Burut Ules merasa curiga karena setiap mandi di telaga, mereka selalu pergi berdua. Anak mereka yang masih bayi ditinggal begitu saja di gubuk. Rasa cemburu mulai muncul, namun apabila Burut Ules menanyakan hal tersebut, isterinya selalu memberikan jawaban yang sama, bahwa pemuda tersebut memang benar saudaranya.

Akhirnya Burut Ules sudah tidak tahan lagi melihat kelakuan istrinya yang sering mandi bersama lelaki yang diakuinya sebagai saudara, dan Burut Ules pun membunuh laki-laki tersebut. Burut Ules menikam pemuda hitam tinggi besar tersebut dengan tombak hingga tewas namun seketika jasadnya lenyap secara gaib.

Ketika Burut Ules pulang ke rumah, dijumpainya isterinya berdiri di hejan (tangga rumah) sambil menggendong anak lelaki mereka satu-satunya. Ketika melihat Burut Ules datang, dengan nada penuh duka isterinya mengatakan bahwa ia sangat sedih dan kecewa karena suaminya tidak lagi mempercayainya bahkan tega membunuh saudaranya. Oleh karena itu ia bertekad untuk pulang ketempat asalnya dengan membawa serta putra mereka.

Sebelum pergi, masih sempat isterinya berpesan bahwa kelak di kemudian hari apabila keturunan Burut Ules membutuhkan bantuannya, maka anak semata wayang mereka akan selalu siap membantu. Dikatakan pula bahwa kelak apabila anak mereka telah dewasa, ia tidak dapat hidup dan berdiam di alam dimana ibunya berada karena ayah dan ibunya berasal dari alam yang berbeda.

Oleh karena itu apabila anak mereka telah dewasa, ia akan kembali ke alam ayahnya. Setelah berkata demikian anak dan ibu lenyap dari pandangan mata Burut Ules meninggalkan penyesalan dan kesedihan yang mendalam di hati Burut Ules.

Sesal kemudian tak berguna. Burut Ules mencoba bangkit dari kesedihannya. Menyibukan diri melupakan kesedihannya dengan bekerja mengurus ladang, menangkap ikan, dan aktifitas lain. Waktu berlalu, sedikit demi sedikit Burut Ules mampu bangkit kembali dari kesedihan akibat ditinggal pergi oleh isteri dan anaknya.

Kemudian kawinlah ia dengan anak Kutat. Dari perkawinan ini lahirlah dua orang anak, seorang laki-laki dan seorang perempuan. Suatu hari di Teluk Derep, Tumbang Kasongan, terdengar suara gemuruh halilintar memekakkan telinga. Petir kilat sambar menyambar.

Saat itu sebuah batu besar diturunkan dari langit, diyakini bahwa anak Burut Ules yang telah gaib bersama isteri pertamanya, saat itu telah dewasa. Sesuai janji, apabila telah dewasa ia akan kembali ke alam tempat bapaknya bertempat tinggal, maka janji itu telah ditepati. Batu yang diturunkan dari langit yang kemudian terkenal dengan nama Bukit Batu diyakini sebagai tempat kediamannya.

walau tak terlihat dengan mata jasmani, namun ia ada di sana sebagai Raja dan penguasa daerah tersebut. Oleh masyarakat setempat, hingga kini Burut Ules diyakini tidak meninggal melainkan berpindah ke alam gaib.
Fasilitas di Wisata Gunung Batu

Itu tadi sekelumit cerita legenda yang ada di bukit batu, namu Secara umum, tempat wisata tersebut cukup nyaman. Tersedia Fasilitas seperti Toilet umum kondisinya masih cukup baik. Di beberapa sudut tempat-tempat sampah sudah di tempatkan sehingga tidak perlu repot jika ingin membuang sampah.

Ketersediaan tempat parkir yang luas dan cukup teratur juga menjadi nilai plus bagi tempat wisata ini. Untuk memasuki Kawasan Wisata Bukit Batu, setiap pengjung akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp. 2000,- rupiah per orang (dewasa) sedangkan untuk parkir sepeda motor dikenakan biaya Rp 1000,- per buah.

Untuk anda yang haus, di sekitar pintu masuk taman wisata juga telah terdapat beberapa mini kios penjual beraneka jajanan dan minuman dingin, dan buah kelapa muda yang menyegarkan.

Lokasi Wisata Bukit Batu

Untuk menuju tempat ini dari ibu kota Kalimantan Tengah berjarak sekitar 65 km atau kurang lebih satu jam perjalanan dengan roda dua maupun roda empat, akses jalan untuk menuju bukit batu sudah sangat bagus dan mulus sehingga memudahkan setiap pengunjung.

Setelah perjalanan panjang maka akan ditemuilah sebuah gerbang yang bertulisan Kota Kasongan, dan disini lah objek wisata bukit batu ini terletak di sebelah kanan kalau dari arah Palangkaraya. 

Halamannya yang luas membuat tempat ini selalu ramai dijadikan tempat istirahat dari berbagai kota seperti Kasongan dan Sampit menuju Kota Palangkaraya. Memasuki pintu gerbang halaman yang berumput dan ada juga beberapa pedagang yang berjualan makanan dan minuman sehingga walau kehausan setelah di perjalanan ada banyak pilihan untuk menghilangkan dahaga itu.

Demikian ulasan sekitar Legenda di Balik Tempat Wisata Bukit batu Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah. Semoga tempat wisata kalimantan khususnya Kalimantan tengah bisa terjaga dengan baik sehingga bisa menarik lebih banyak minat pengunjung untuk datang ke Provinsi dengan ibu kota Palangkaraya ini. 

6 Tempat Wisata Kalimantan Tengah Paling Populer

Tempat Wisata Kalimantan Tengah- Provinsi Kalimantan Tengah mempunyai mempunyai luas wilayah sekitar 157.983 km persegi ini berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur disebelah utara, Provinsi Kalimantan Selatan disebelah Timur, Laut Jawa disebelah selatan, dan Provinsi Kalimantan Barat disebelah barat.

Seperti pada daerah-daerah lainnya di Indonesia, Provinsi Kalimantan Tengah juga menyimpan banyak objek wisata yang wajib dan patut anda kunjungi meskipun belum terlalu dikenal namun anda tidak akan rugi karena suguhan wisata yang ada di Provinsi tidak kalah indah dari tempat lain di Indonesia khususnya untuk pulau Kalimantan.

tempat wisata palangkaraya kalimantan tengah tempat wisata sampit kalimantan tengah daftar tempat wisata kalimantan tengah

Agar anda bisa menentukan daerah wisata mana saja yang bisa anda kunjungi saat berada di kalimantan tengah, Traveluxion akan memberikan referensi 6 Tempat Wisata Kalimantan Tengah Paling Populer, Berikut bisa anda baca ulasannya.

Tempat Wisata Kalimantan Tengah Paling Populer 

1. Rumah Adat Betang

Rumah Adat Betang rumah adat betang dari kalimantan tengah rumah adat betang kalteng

Rumah Adat Betang adalah rumah tradisional tempat suku dayak tinggal secara berkelompok pada zaman dahulu. Betang dibangun biasanya berukuran besar, panjangnya. Betang di bangun menggunakan bahan kayu yang berkualitas tinggi, yaitu kayu ulin (Eusideroxylon zwageri T et B),

Selain memiliki kekuatan yang bisa berdiri sampai dengan ratusan tahun serta anti rayap. wisata rumah adat betang ini sangat populer sampai sekarang.

2. Kota Air Muara Teweh

Kota Air Muara Teweh palangkaraya kalimantan tengah

Sebagai kota air, Muara Teweh memiliki rumah apung yang cukup banyak berderet di sepanjang tepian Sungai Barito. Banjir di Muara Teweh umumnya berupa genangan, jadi dengan bentuk rumah apung, air setinggi apapun tidak akan bisa menenggelamkan rumah tersebut.

Disini anda bisa melihat berbagai bangunan dan rumah terapung diatas areal sungai barito. Di sepanjang aliran sungai dekat kota, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan alam yang menarik dari lebat dan hijaunya hutan di kalimantan tengah.

Baca Juga: 11 Oleh-Oleh Khas Banjarmasin Paling Laris dan Murah Meriah

3. Bukit Batu

Bukit Batu bukit batu riam kanan bukit batu palangkaraya bukit batu kasongan bukit batu jonggol bukit batu kursi bukit batu agung bukit batu bengkalis bukit batu bandung bukit batu manda bukit batu dayak bukit batu agung balapulang bukit batu dinding bukit batu riau bukit batu idung bukit batur bukit batu tangkiling bukit batu lawang bukit batu oki bukit batu putih bukit batu malang bukit batu antang bukit batu aranio bukit batu akik bukit batu akik sumenep bukit batu akik madura bukit batu akik di sumenep bukit batu akik di madura bukit batu akik jambi bukit batu akik aceh bukit batu akik kerinci bukit batu ayau batubara bukit asam bukit batu hutani alam bukit indah batu aji bukit senyum batu ampar bukit batu dalam angka bukit batu di amerika bukit batu di australia bukit batu bogor bukit batu banjarbaru bukit batu belitung bukit batu bengkung bukit batu belitung timur bukit batu bekas tapak kaki manusia bukit batu basi bukit batu banjarmasin bukit batu banama palangkaraya

Bukit Batu adalah sebuah kecamatan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Kawasan yang berlokasi sekitar 70 kilometer dari Ibu Kota Palangkaraya. Bukit batu tempat wisata alam yang masih kental dengan nuansa magisnya.

Bukit Batu merupakan kawasan berupa bukit kecil yang banyak dijumpai batu-batu besar dengan beragam bentuk dari situlah nama bukit batu ini di ambil. Menurut cerita masyarakat setempat, di sinilah tempat Tjilik Riwut bertapa.

Selain batu tempat pertapaan Tjilik Riwut, masih ada beberapa batu lain yang juga di percayai memiliki unsur magis yang sering menjadi tempat berdoa (meminta hajat) bagi masyarkat sekitar sesuai dengan keinginan.

Namun terlepas dari itu semua, bukit batu memiliki keindahan alam yang sangat menajubkan untuk anda kunjungi. Artikel Terkait: Legenda di Balik Tempat Wisata Bukit batu Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah.

4. Jembatan Kahayan 


Jembatan Kahayan  barito palangkaraya

Jembatan Kahayan merupakan jembatan di Kalimantan Tengah yang membelah Sungai Kahayan di Kota Palangkaraya, Indonesia. Jembatan ini mempunyai panjang kurang lebih 640 meter dan lebar 9 meter, terdiri dari 12 bentang dengan bentang khusus sepanjang 150 meter pada alur pelayaran sungai.

Jika anda melintasi jembatan ini akan banyak sekali orang yang mungkin hanya sekedar lewat maupun berkunjung untuk melihat keindahan alam dari atas sungai, dengan bentangan sungai dan bangunan yang berjajar di tepian sungai menambah keindahan dilihat dari jemabatan kahayan.

5. Pantai Ujung Pandaran


Pantai Ujung Pandaran pantai ujung pandaran di kotawaringin timur

Pantai Ujung Pandaran terletak di Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Letaknya berada di 80 km selatan dari pusat Kota Sampit.

Pantai yang terkenal dengan hamparan pasir putih dan kekayaan biota lautnya ini membentang puluhan kilometer dari Kabupaten Kotawaringin Timur hingga perbatasan Kabupaten Seruyan.

Pantai Ujung Pandaran berpasir putih, butiran-butiran pasirnya juga sangat halus.Letak Pantai Ujung Pandaran yang jauh dari hiruk pikuk kota merupakan tempat yang menarik bagi Anda untuk berlibur melepas lelah dari rutinitas sehari-hari.

6. Museum Balanga


Museum Balanga museum balanga palangkaraya angker museum balanga palangkaraya

Bila anda tertarik dengan budaya Suku Dayak, maka datang ke Museum Balanga ini adalah langkah yang sangat tepat. Di museum ini anda akan disuguhi dengan berbagai informasi mengenai semua informasi Suku Dayak. Pembagian suku, nama namanya, adat istiadat bahkan senjata tradisional yang mereka gunakan.

Baca Juga: 5 Wisata Alam di Palangkaraya ini Akan Membuat Anda Terkesan

Demikianlah ulasan 6 Tempat Wisata Kalimantan Tengah Paling Populer bisa anda kunjungi jika anda hendak mencari alternatif wisata alam yang murah meriah, tentunya kalimantan tengah ini juga menjadi referensi sebagai destinasi wisata anda selanjutnya.

Mungkin untuk segi wisata kalimantan tengah masih belum begitu terkenal luas, bagi anda yang menginginkan destinasi wisata di kalimantan tengah semakin terkenal, khususnya yang berasal dari kalimantan tengah bisa membuat ulasan mengenai destinasi wisata yang ada di Kalteng.

Nanti ulasan tersebut bisa dipublikasikan melalui www.traveluxion.web.id dengan menghubungi admin melalui Halaman Contact ada dihalaman paling bawah, terima kasih. Baca juga: Daftar Hotel di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah.

5 Wisata Alam di Palangkaraya ini Akan Membuat Anda Terkesan

Tempat Wisata di Palangkaraya – Palangkaraya Merupakan Ibukota dari provinsi Kalimantan tengah yang memiliki banyak obyek wisata menarik seperti halnya wisata banjarmasin, wisata pontianak, dan tempat wisata kalimantan lainnya yang banyak juga bisa di jadikan tempat pariwisata.

Dengan begitu makin banyak menambah daftar tempat wisata Indonesia dan bisa menjadikan Indonesia lebih dikenal ke mancanegara karena keindahan Alamnya. Banyak tempat wisata palangkaraya bisa dijadikan tujuan wisata  dari mulai wisata alam, sejarah, kuliner hingga budaya bisa anda temukan disana. 

Wisata Alam di Palangkaraya tempat wisata alam di palangkaraya objek wisata alam di palangkaraya

Jika anda ingin menemukan pengalaman yang sangat berbeda saat anda berwisata di kalimanan tengah khususnya Palangkaraya. Untuk yang masih bingung menentukan tujuan wisata di palangkaraya anda bisa melihat daftar wisata di Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang cukup menarik berikut ini:.

Wisata Alam di Palangkaraya

1. Danau Tahai

Danau Tahai palangkaraya

Danau Tahai ini merupakan sebuah danau berair hitam yang telah dibangun di atasnya jembatan kayu yang cocok buat anda suka dengan berselfi, di danau ini juga tersedia beberapa tempat untuk bersantai dan bisa sambil menikmati panorama sekeliling yang masih dikelilingi oleh hutan gambut yang menarik.

Bagi yang ingin mencoba aktifitas lain juga ada bebek-bebekan yang tinggal dikayuh untuk berkeliling danau dan akan terasa lengkap jika berkunjung ke tempat wisata danau tahai bersama orang yang anda sayangi.

2. Danau Tahai’i

Danau Tahai’i tempat wisata pangkaraya

Walaupun namanya hampir mirip dengan danau tahai, tempat wisata danau tahai'i namun yang satu ini sama sekali berbeda dengan yang sebelumnya, untuk meuju ke sana kita terlebih dahulu melalui labirin sungai kecil dengan pepohonan yang masih rapat.

Pasir putih yang menghampar merupakan tempat yang cocok untuk anda menikmati keindahannya sambil mendirikan tenda dan danaunya yang tidak terlau luas namun berair bersih sangat menyegarkan untuk berenang.

3. Taman Nasional Sebangau

Taman Nasional Sebangau palangkaraya

Taman nasional ini memang kalah terkenal dengan tetangganya Taman Nasional Tanjung Puting, namun ternyata di sini ada sekitar 6500 Orang utan liar yang tersebar di area hutan rawa gambut yang mendominasi kawasan Taman Nasional Sebagau ini.

Menurut petugas di Taman Nasional tersebut sangat mudah untuk bertemu dengan Orang utan ketika sedang trekking atau menyusuri sungai dengan kelotok (perahu motor),

Terkadang mereka hanya bergelantungan di atas pohon di tepi sungai. Keunikan lainnya adalah hutan nipahnya yang cukup luas dan berliku-liku, menyusuri tempat ini merupakan salah satu sensasi tersendiri yang tidak bisa didapatkan di tempat lainnya.

Baca Juga: Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah

4. Pulau Kaja

Pulau Kaja

Pulau kaja adalah pulau pra pelepasliaran Orang utan yang telah lulus dari tempat rehabilitasi orang utan atau biasa di sebut Sekolah Hutan yang berpusat rehabilitasi BOSF, di sinilah mereka untuk pertama kalinya dengan bebas bergelayut dari satu pohon ke pohon lainya.

Walau begitu, mereka masih di pantau dan di beri makan setiap harinya karena persediaan buah-buahan yang terbatas di pulau ini. Karena Pulau ini bukan tempat wisata, jadi ada beberapa peraturan yang harus di patuhi oleh pengunjung.

hal yang harus dipatuhi seperti dilarang untuk naik ke pulau dan berinteraksi dengan Orang utan, menjaga jarak maksimal 10 meter serta dilarang mengambil foto Orang utan dengan camera profesional. Pulau Kaja hanya boleh di kunjungi pada hari Sabtu, Minggu, Selasa dan Kamis.

5. Nyaru Menteng

Nyaru Menteng

Di sinilah Orangutan yang telah menjadi korban dari lajunya deforestasi kembali di rehabilitasi untuk kembali ke alam liar, di sini bawah yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation mereka di ajarkan kembali bagaimana menjadi Orang utan yang seutuhnya, bagaimana cara naik pohon, membuat sarang hingga mengenali predator yang ada di di sekitarnya.

Namun pengunjung hanya diperbolehkan untuk masuk ke pusat informasi dan hanya melihat mereka di kandang besar dari balik kaca, di pusat informasi ini kita juga diputarkan video ketika pelepasliaran dan film pendek tentang orang utan yang menjadi peliharaan hingga kembali ke hutan.

Pusat  infomasi ini hanya buka pada hari sabtu dan minggu, diluar itu bagi yang ingin berkunjung harus mengurus di BKSDA setempat.
Itulah 5 Wisata Alam di Palangkaraya ini Akan Membuat Anda Terkesan yang menarik untuk anda kenjungi, saat anda sudah berada di palangkaraya silahkan kunjungi beberapa tempat yang menurut anda menarik untuk liburan bersama keluarga maupun orang dekat anda untuk menikmati keindahan alam palangkayara.

Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah

Taman Nasional Tanjung Puting adalah sebuah taman nasional yang terletak di semenanjung barat daya provinsi Kalimantan Tengah, beralamat:Tlk. Pulai, Waringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Tanjung Puting pada awalnya merupakan cagar alam dan suaka margasatwa yang ditetapkan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1937. 

Selanjutnya berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 687/Kpts-II/1996 tanggal 25 Oktober 1996, Tanjung Puting ditunjuk sebagai Taman Nasional dengan luas seluruhnya 415.040 ha.

Taman Nasional Tanjung Puting dikelola oleh Balai Taman Nasional Tanjung Puting, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan. 

Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting pada awalnya adalah Suaka Margasatwa Sampit, yang ditetapkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda melalui beslit Gubernur Jenderal No. 39 tanggal 18 Agustus 1937 dengan luas 205.000 ha. Pada 1941, kawasan ini terdaftar sebagai Suaka Alam Sampit (205 ribu ha) dan Suaka Alam Kotawaringin (100 ribu ha)

Taman Nasional Tanjung Puting  taman nasional tanjung puting di taman nasional tanjung puting di kalimantan timur melindungi hewan taman nasional tanjung puting ada di daerah mana taman nasional tanjung puting adalah taman nasional tanjung puting kalimantan taman nasional tanjung puting di daerah taman nasional tanjung puting tempat pelestarian hewan

Suaka Margasatwa Sampit kemudian pada sekitar tahun 70-an diubah namanya menjadi Suaka Margasatwa Tanjung Puting, yang setelah ditata batas ulang ditetapkan menjadi seluas 270.040 Ha berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 43/Kpts/DJ/I/1978 tanggal 8 April 1978. Beberapa bulan kemudian, berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 698/Kpts/Um/II/1978 tanggal 13 November 1978, suaka margasatwa ini diperluas dengan areal hutan di antara Sungai Serimbang dan Sungai Segintung sehingga keseluruhan luasnya menjadi 300.040 Ha.

Sebelumnya pada tahun 1977, Suaka Margasatwa Tanjung Puting telah dimasukkan ke dalam daftar Cagar Biosfer di Indonesia yang ditetapkan oleh UNESCO. Tanjung Puting kemudian dinyatakan sebagai calon taman nasional melalui SK Menteri Pertanian RI No. 736/Mentan/X/1982 tanggal 14 Oktober 1982. Untuk melandasi kegiatan lapangan, Direktur Jenderal PHPA melalui SK No. 46/Kpts/VI-Sek/84 tanggal 11 Desember 1984, menetapkan bahwa wilayah kerja (calon) Taman Nasional Tanjung Puting adalah Suaka Margasatwa Tanjung Puting seluas 300.040 Ha

Selanjutnya berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 687/Kpts-II/1996 tanggal 25 Oktober 1996 tentang "Perubahan fungsi dan penunjukan kawasan hutan yang terletak di Kabupaten Daerah Tk. II Kotawaringin Barat dan Kabupaten Daerah Tk. II Kotawaringin Timur, Propinsi Daerah Tk. I Kalimantan Tengah seluas 415.040 Ha menjadi Taman Nasional"

Kawasan ini diubah fungsinya dan ditunjuk sebagai Taman Nasional Tanjung Puting. Luas yang baru ini merupakan hasil penambahan area Suaka Margasatwa Tanjung Puting 300.040 ha, dengan kawasan hutan produksi bekas konsesi PT Hesubazah seluas 90.000 ha dan kawasan perairan di sekitarnya seluas 25.000 ha

Flora dan Fauna di Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah


taman nasional tanjung puting di kalimantan tengah diperuntukkan melindungi fauna taman nasional tanjung puting untuk melindungi hewan taman nasional tanjung puting kabupaten kotawaringin barat kalimantan tengah taman nasional tanjung puting melindungi apa taman nasional tanjung puting pdf taman nasional tanjung puting kalimantan tengah taman nasional tanjung puting pangkalan bun taman nasional tanjung puting melindungi satwa

Fauna
Kawasan TNTP dihuni oleh sekitar 38 jenis mamalia. Tujuh di antaranya adalah primata yang cukup dikenal dan dilindungi seperti orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus), bekantan (Nasalis larvatus), owa kalimantan (Hylobates agilis), dan beruang madu (Helarctos malayanus). 

Jenis-jenis mamalia besar seperti rusa sambar, kijang muncak (Muntiacus muntjak), pelanduk kancil (Tragulus javanicus), dan babi janggut (Sus barbatus) dapat dijumpai di kawasan ini. Bahkan, beberapa jenis mamalia air seperti duyung (Dugong dugong) dan lumba-lumba dilaporkan pernah terlihat di perairan sekitar kawasan TNTP.

Beberapa jenis reptil dapat ditemukan di kawasan TNTP, termasuk di antaranya buaya sinyulong (Tomistoma schlegeli), buaya muara (Crocodilus porosus), dan labi-labi (Trionyx cartilagineus). Burung. Tercatat lebih dari 200 jenis burung yang hidup di kawasan TNTP. 

Salah satu jenis burung yang ada di kawasan ini, yaitu sandang lawe (Ciconia stormi) termasuk dalam 20 jenis burung terlangka di dunia. Tanjung Puting juga merupakan salah satu tempat untuk semua jenis koloni jenis burung “great alba” seperti Egretta alba, Anhinga melanogaster, dan Ardea purpurea.

Flora
Jenis-jenis tumbuhan lain yang dapat ditemui di TNTP adalah keruing (Dipterocarpus sp), meranti (Shorea sp.), ramin (Gonystylus bancanus), jelutung (Dyera costulata), gaharu (Aquillaria), kayu lanan, ulin (Eusideroxylon zwageri), sengkuang (Dracontomelon sp.), Alstonia, Baeckia, Calophyllum, Campnosperma, Castanopsis, Dacrydium, Dactylocladus, Diospyros, Durio, Ganua, Hopea, Jackia, Licuala, Lithocarpus, Melaleuca, Mesua, Palaquium, Rhizophora, Schima, Sonneratia, Tetramerista, dan Vatica.