Traveluxion

Portal informasi masa kini

Kenapa Ada Orang yang Dapat Prioritas Vaksin Covid 19?

Kenapa Ada Orang yang Dapat Prioritas Vaksin Covid 19?

Virus Corona telah meresahkan banyak orang dari berbagai negara di seluruh dunia, mengingat virus ini sangat berbahaya bagi kesehatan, bahkan telah memakan 1,5 juta jiwa. Kehadiran vaksin covid seakan menjadi titik terang, akankah keberadaan virus ini akan segera berakhir dan kehidupan kembali berjalan normal? Pasalnya vaksinasi menjadi upaya yang dapat mengurangi kasus angka covid 19.

Ketika vaksin Corona sudah tiba, tidak semua orang bisa langsung menggunakannya, mengingat ada beberapa orang yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi terlebih dahulu. Lantas siapa saja yang menjadi prioritas? Dan alasan mengapa ada orang prioritas dalam pemberian vaksin?

Siapa Orang yang Dapat Prioritas Vaksin Virus Corona? Dan Alasannya

Pengembangan vaksin covid-19 menjadi secercah harapan masyarakat dunia untuk kembali menjalankan kehidupan normal. Namun ketika vaksin corona hadir, tidak semua orang bisa langsung mendapatkannya, hanya golongan tertentu dan orang yang diprioritaskannya. Prioritas pemberian vaksin ini sempat dibahas oleh WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia dalam laman resminya.

Menurut WHO, Seiring peningkatan produksi vaksin covid terbaru, kami ingin semua orang dapat akses vaksin di manapun. Namun pada produksi awal, vaksin masih terbatas sehingga hanya beberapa orang atau kelompok tertentu saja yang diprioritaskan mendapatkan vaksinasi. Prioritas pertama yang disampaikan WHO yaitu kepada beberapa orang negara. Keputusan tersebut bukan hanya berhubungan pada aspek moral dan kesehatan, tetapi juga diperlukan perkembangan ekonomi yang seimbang.

Masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah virus tersebut dapat membunuh mereka dan menunda pertumbuhan ekonomi global. Setidaknya sudah Terdapat 78 negara yang berpenghasilan tinggi untuk berpartisipasi COVAX Facility.

Adapun pihak yang lebih dulu mendapatkan vaksin covid menurut WHO yaitu lansia, pekerja dengan risiko terkena virus seperti tenaga medis dan orang dengan penyakit bawaan. Kelompok prioritas yang disebutkan WHO tersebut pun didukung oleh dr. Alvin Nursalim, Sp.PD, dimana mekanisme tersebut terbilang ideal mengingat produksi vaksin di awal terbatas dan memerlukan prioritas.

Adapun alasan lansia menjadi prioritas Karena kebanyakan orang tua memiliki penyakit kronis serta rentan terkena virus. Sedangkan pada tenaga medis atau garda terdepan juga rentan tertular virus Corona. ketika vaksin covid-19 telah diproduksi banyak, maka masyarakat juga dapat divaksinasi.

Di Indonesia sendiri setidaknya terdapat 6 kelompok prioritas yang akan diberikan vaksin covid terlebih dahulu, yaitu tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, pelayanan publik, aparatur pemerintah, tenaga pendidik peserta BPJS dan masyarakat berusia 18 sampai 59 tahun.

Beberapa vaksin memiliki lama daya imun seperti vaksin hepatitis dan polio yang digunakan untuk seumur hidup dan vaksin meningitis selama 2 tahun namun vaksin covid-19 belum diketahui sampai kapan. Secara teori ada yang mengatakan selama 6 bulan hingga 24 bulan. Oleh sebab itu Indonesia jangan bergantung dengan vaksin luar negeri tetapi juga harus memiliki vaksin dalam negeri. Pemerintah, lembaga Eijkman dan pihak terkait lainnya Mendukung perkembangan vaksin merah putih buatan Indonesia.

Kegiatan vaksinasi virus tidak bisa dilakukan sekaligus tetapi secara bertahap dan diperkirakan hingga 2022. Setidaknya akan ada 11.000 Puskesmas yang terlibat dalam proses vaksinasi corona.

Itulah beberapa penjelasan mengenai prioritas vaksin covid 19 yang bisa Anda ketahui. Untuk mencari informasi seputar virus Corona Anda bisa mencarinya di halodoc.com. Halodoc merupakan platform informasi kesehatan dengan beragam fitur lengkap seperti tanya dokter, cari dokter, cari obat hingga informasi covid-19 terbaru.


Kenapa Ada Orang yang Dapat Prioritas Vaksin Covid - Traveluxion
Author Profile

About Anisa

Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur sadipscing elitr, sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat.

0 Komentar

Posting Komentar