Indahnya Pesona Wisata Sumba Barat Daya Yang Bikin Jatuh Cinta 
image via https://merahputih.com/post/read/eksotisnya-keindahan-alam-pantai-watu-maladong

Indahnya Pesona Wisata Sumba Barat Daya Yang Bikin Jatuh Cinta 

Diposting pada

Pesona Wisata Sumba Barat Daya Yang Tak Terlupakan, Untuk Anda yang hobby travelling, menjelajahi Sumba Barat Daya tidak hanya memanjakan mata. Namun pesona indahnya panorama Timur Indonesia membuat kesan tersendiri. Untuk Anda yang ingin sekali menikmati kemurnian alamnya serta pemandangan alam dengan pantai berombaknya yang berpasir putih. Silahkan Anda kunjungi pantai Sumba Barat Daya. Semua keindahan itu akan Anda dapatkan di sana. Lengkap dan dapat nikmati sepuas-puasnya, dengan bonus senyum ramah penduduknya.

Pesona Wisata Sumba Barat Daya

Jika Anda berkunjung ke daerah yang terkenal dengan festival Pasola itu, tentu saja liburan Anda akan kurang berkesan jika belum menikmati keindahan alam disana seluruhnya. Banyak sekali destinasi wisata disana yang bisa memanjakan mata Anda.

Tetapi Anda perlu meluangkan waktu liburan yang panjang jika ingin berkunjung ke sana. Karena berdasarkan pengalaman para wisatawan yang pernah berkunjung kesana, perlu waktu sekitar seminggu untuk mengunjungi seluruh keindahan Tambaloka dan sekitarnya.

Indahnya Pesona Wisata Sumba Barat Daya Yang Bikin Jatuh Cinta 
image via potensilokal.com

Infrastruktur Daerah Sumba Barat Daya Makin Modern

Menurut informasi kabupaten Sumba Barat Daya berdiri pada tahun 2006 dan merupakan pemekaran dari Kabupaten Sumba Barat. Kabupaten yang memiliki 12 kecamatan dan 95 desa tersebut memiliki penduduk 287.666 jiwa (2010). Jika dilihat fasilitasnya infrastruktur di Sumba Barat Daya terbilang memadai.

Misalnya saja Bandara Tambolaka, sekarang terlihat makin keren, rapi dan modern. Meskipun Bandara Tambolaka di desain modern namun tetap mengusung kearifan lokal, sehingga membuat Bandara Tambolaka terlihat cantik dan anggun. Tidak hanya interiornya yang indah dan terkesan mewah, secara keseluruhan Bandara Tambolaka juga mewah.

Dengan dilengkapi ruang tunggu penumpang yang sudah memiliki pendingin udara. Bandara tersebut tidak terlihat seperti bandara kelas tiga kebanyakan, semuanya terlihat bersih dan rapi. Jika Anda ingin berjalan-jalan, semua jalan-jalan yang dilalui juga sudah cukup lebar dan kondisinya baik. Tetapi sayangnya justru jalan menuju ke lokasi wisata sebagian masih terbilang sempit dan ada beberapa ruas yang rusak.

Untuk fasilitas jaringan listrik, wilayah kota kecamatan juga tampaknya sudah tersedia. Tetapi untuk di pelosok-pelosok desa,  listrik masih dalam proses pendistribusian jaringan. Walaupun sampai saat ini kabel listrik belum menjangkau semua wilayah, masih terbantu dengan adanya solar cell atau listrik tenaga surya.

Destinasi Wisata Sumba Barat Daya Yang Indah Dan Beragam

Banyak sekali tempat wisata di Sumba Barat Daya yang bisa dikunjungi, yaitu :

  1. Bukit Lendonggara
  2. Pantai Mananga Aba
  3. Pantai Watu Malandong
  4. Danau Wee Kuri
  5. Air Terjun Pabeti Lakera
  6. Pantai Pero
  7. Situs Gua Rambe Manu
  8. Pantai Oro
  9. Pantai Mandorak
  10. Pantai Ratenggaro
  11. Kampung Ratenggaro
  12. Kampung Wee Lewo

Bukit Lendongara

Indahnya Pesona Wisata Sumba Barat Daya Yang Bikin Jatuh Cinta 
image via https://ingatanperjalanan.blogspot.com

Destinasi wisata Bukit Lendonggara sebenarnya adalah gugusan bukit yang terbentang luas dan letaknya tidak jauh dari Kota Tambolaka. Untuk sampai ke puncak bukit kita harus menembus rimbunnya perdu dan jalan berkelok. Beruntung kami datang di Bulan Desember. Hujan sepertinya baru saja turun, rerumputan tumbuh subur hijau bak permadani.

Sangat indah dan memanjakan mata. Jika ingin melihat kota Tambolaka dari atas bukit, terlihat hanya samar-samar dihadapan kita. Sejauh mata memandang sekumpulan kuda terlihat tengah asyik merumput, suasana tersebut semakin menambah indahnya harmini alam.

Pantai Mananga Aba

Indahnya Pesona Wisata Sumba Barat Daya Yang Bikin Jatuh Cinta 

Jika Anda suka sekali melihat keindahan pantai danmencari rute yang terdekat, maka pantai ini paling mudah dijangkau dari pusat kota Tambolaka. Lokasi pantai ini terletak di Desa Karuni, Kecamatan Loura. Jarak ke pantai tersebut bisa ditempuh hanya sekitar  20 menit perjalanan darat. Lebih menarik lagi selama perjalanan ke pantai , Anda bisa melihat aktivitas penduduk lokal yang kebanyakan berkebun serta berternak. Tidak hanya itu sepanjang jalan sunyi itu, kita bisa melihat rumah-rumah penduduk yang masih asli berdinding kayu dan beratap rumbia.

Tidak diragukan lagi suasana nyaman dan damai langsung bisa Anda rasakan ketika sudah menginjakkan kaki di pantai Mananga Aba. Nyaman, damai, dan menenangkan. Itu kesan yang saya rasakan begitu menginjakkan kaki di pantai ini. Letaknya yang jauh dari hiruk pikuk kota, membuat siapa saja sangat betah di sini.

Sepanjang mata memandang hanya terlihat hamparan pasir putih dan biru jernihnya laut. Jika mau bersantai lebih lama, Anda bisa bermalam di hotel Mario. Hotel ini persis di area pantai Mananga Aba. Tentu Anda harus merogoh kocek cukup dalam untuk menikmati fasilitas di dalamnya. Untuk dinner atau breakfast saja tarif per personnya bisa 200-250K. Maklum, pelanggannya kebanyakan bule-bule.

Pantai ini terletak di Desa Panenggo Ede, Kecamatan Kodi Balaghar, sekira 57 kilometer dari pusat kota Tambolaka. Akses jalan ke wilayah ini cukup baik, walaupun terbilang sempit sekelas akses tempat wisata. Apalagi melintasi jalan mendekati lokasi pantai, Anda harus berhati-hati. Pasalnya jalannya banyak berlubang, kiri kanan jalan juga banyak tumbuh tananam keras dengan ranting cukup lebat, kalau tidak waspada body mobil Anda bisa jadi korbannya.

Menariknya, pantai ini masih sangat alami. Tebing-tebing batu karang tinggi menjulang menghiasi di pinggir pantai ini. Cocok bagi Anda yang suka olahraga panjat tebing. Ombaknya juga tak begitu besar, pas bagi Anda yang punya hobi berenang. Suasananya juga sangat sunyi, hanya deburan ombak yang terdengar berirama membelah hari. Cocok bagi Anda untuk bermeditasi mencari inspirasi.

Pantai Tanjung Radar

Setelah menikmati hijaunya Bukit Lendonggara, eksotiknya Pantai Mananga Aba, dan sunyinya Pantai Watu Malandong, kami bergegas menuju Pantai Tanjung Radar atau biasa disebut Tanjung Maria. Letaknya tidak jauh dari Pantai Watu Malandong, hanya beberapa menit saja berkendara. Anda harus hati-hati menuju spot ini karena jalannya belum beraspal dan sangat licin di musim hujan.

Pantai Tanjung Radar sejatinya termasuk kawasan terbatas, karena wilayah ini berada di bawah kendali TNI AU. Tetapi asal bawa guide lokal amanlah. Kita harus menuruni jalan setapak terlebih dahulu untuk menikmati pemandangan eksotik dari atas tanjung.

Sungguh benar adanya, Tuhan mencipta bumi Indonesia dengan tersenyum. Begitu sampai di ujung tanjung, kita akan disuguhi keindahan alam yang memesona. Begitu mata menoleh ke kanan nun jauh di sana terlihat Pantai Bawana nan cantik jelita. Tebing-tebing karang kecoklatan berpadu dengan hamparan pasir putih dan birunya air laut. Sungguh indah dipandang mata.

Baca Juga:Jelajahi Nusa Tenggara Timur, Keindahan Alam Unggulan Indonesia

Pantai Watu Maladong

Indahnya Pesona Wisata Sumba Barat Daya Yang Bikin Jatuh Cinta 
image via https://merahputih.com/post/read/eksotisnya-keindahan-alam-pantai-watu-maladong

Saat mata menoleh ke kiri, jauh di ujung sana terlihat keindahan Pantai Watu Malandong yang baru saja kami kunjungi. Sejauh mata memandang, hanya keindahan yang terlihat. Rasanya ingin berlama-lama duduk dan tinggal di sini.

Di Sumba Barat Daya banyak kampung adat yang bisa dikunjungi, seperti Kampung Adat Wee Leo, Palua Wara Koba, Rangga Baki, Mehang Mata dan masih banyak lagi. Saya hanya sempat berkunjung ke Kampung Adat Ratenggaro. Kampung Adat Ratenggaro terletak di Desa Umbu Ngedo, Kecamatan Kodi Bangedo, sekira 40 km barat daya Kota Tambolaka. Normalnya bisa ditempuh sekira 1,5-2 jam perjalanan.

Tak usah khawatir macet, ruas jalan menuju ke sana lebar dan beraspal baik. Jalanan juga sepi, tak banyak lalu lalang kendaraan. Kampung Adat Ratenggaro sejatinya adalah sekumpulan rumah adat yang didiami oleh para penduduk lokal. Hendrik salah seorang pemuda Kampung Adat Ratenggaro mengatakan nama desa Ratenggaro berasal dari dua kata yakni Rate yang berarti kubur dan kata Goura yang berarti nama suku.

Daerah ini dulunya menurut Hendrik merupakan kuburan suku Goura.Makanya banyak dijumpai kuburan kuno di sepanjang jalan menuju perkampungan. Bahkan Hendrik memiliki keyakinan bahwa Ratenggaro adalah asal muasal orang-orang Sumba.

Untuk lebih meyakinkan hipotesisnya, ia mengajak kami melihat sebuah kuburan di tepi Pantai Ratenggaro. Kuburan tersebut berupa batu besar yang kata Hendrik menyerupai Pulau Sumba. Kuburan inilah yang disebut Hendrik sebagai kuburan Raja pertama Sumba yang merupakan cikal bakal kerajaan dan orang-orang Sumba berasal.

Uniknya rumah adat di Kampung Ratenggaro

Uniknya rumah adat di Kampung Ratenggaro dan juga di daerah Sumba lainnya-bentuknya mirip seperti rumah Joglo di Jawa Tengah. Bedanya, atapnya (uma) lebih tinggi, bisa sampai 15 meter, bergantung status sosialnya. Konon ada yang menyebut asal nenek moyang orang Jawa berasal dari Sumba atau sebaliknya.

Kampung adat ini tidak begitu luas. Hanya ada sekitar sepuluh rumah. Namun di sini Anda justru bisa memuaskan hasrat fotografi. Banyak spot menarik yang bisa dijadikan objek. Mulai dari arsitektur bangunan rumah, keindahan pantai, juga human interest. Yang perlu diingat, hati-hati dengan harga. Baik jasa maupun pembelian barang. Lebih baik diselesaikan dulu di muka, daripada ramai di belakang. Seperti kebanyakan tempat wisata baru-belum semua warga sadar wisata.

Destinasi wisata Danau Weekuri

Indahnya Pesona Wisata Sumba Barat Daya Yang Bikin Jatuh Cinta 
image via Ketahui.com

Destinasi terakhir yang saya kunjungi yakni Danau Weekuri. Danau cantik ini terletak di Desa Kalenarogo, Kecamatan Kodi Utara. Seperti destinasi wisata lain di Sumba Barat Daya, Anda harus menempuhnya dengan kendaraan pribadi, tak angkutan umum, tak ada ojek. Danau Weekuri sejatinya adalah sebuah laguna di pinggir pantai. Airnya sangat jernih berwarna kebiru-biruan. Saking jernihnya, dasar danau pun terlihat jelas.

Sangat cocok untuk Anda yang hobi berendam dan berenang. Nyaman sekali. Tenang dan mendamaiakan karena jauh dari hiruk pikuk keramaian. Perjalanan ke Danau Weekuri dan beberapa destinasi wisata di Sumba Barat Daya menumbuhkan rasa keprihatinan bagi saya. Bagaimana tidak, daerah yang begitu kaya akan sumber daya wisata, namun masyarakatnya banyak yang masih hidup di bawah standar.

Rumah-rumah beratap rumbia masih banyak ditemui di sepanjang jalan pelosok desa. Lahan pertanian juga kebanyakan berupa tadah hujan, gersang dan berbatu-batu. Harus ada langkah nyata dari pemerintah daerah untuk mewujudkan salah satu konsep Nawacita Jokowi yakni membangun Indonesia dari wilayah-wilayah pinggiran. Baca: Pulau Moyo Sumbawa Cocok Bagi anda Yang Ingin Honeymoon Bersama Pasangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *